12 Mac 2012

mak limah pemain drama

dengan skrip longgar
dan plot yang klise
dia memilih saat yang
mengundang curiga.

mak limah pemain drama
memperdaya penonton
dengan linang air mata srikandi.

ketika gincu dan kain larut
dalam merah yang garang
dia akhirnya layu
seperti semalu di bawah
sepatu bertumit tinggi.

mak limah pemain drama
gugurnya tidak seperti gugur
sebiji durian buruk.

sahrunizam abdul talib
12 -03-12
bera

07 Mac 2012

sajak untuk burung

di atas ranting yang berbuai
ketika ribut menerkam
kalian riuh berkicau
masih berebutkan ulat
yang sejemput
dan makin mengecut.

di sana sarang kalian
sedang dilahap oleh
mulut-mulut buas
segala nikmat yang dihirup
segera berubah menjadi madat
yang mengkhayalkan.

ribut kian rakus menerkam
hujan bakal tiba pada
bila-bila masa
sarangmu makin laju berbuai
di luar segala racun
telah lama menghendap
dan bakal masuk tanpa ketuk
dan jemput.

di telingaku kicaumu
kian lantang berguling.

sahrunizam abdul talib
bera, pahang
07-03-12

01 Mac 2012

ini rumah kita

telah berpuluh tahun
halaman ini kita tanam ratusan pohon
yang tumbuh di tangkainya bunga
pelbagai warna juga aroma
ditatap cantiknya
dan dihirup aromanya.

semalam tanpa duduk di meja bulat
kau bukakan pagar, pintu dan jendela
untuk segerombolan musafir
menyiram racun di pangkal
pohon-pohon rimbun
yang kita baja puluhan tahun
di halaman rumah kita.

ketika hijau mulai pudar
di halaman rumah kita
hitam masa lalu kembali
berhimpun di sukma bimbang.

sahrunizam abdul talib
010312