waktu tetap berputar selagi matahari beredar
dari bangku penonoton kami hanya mewakilkan diam
tanpa jerit pekik hatta syahdu berbisik
kami pilih diam tabah menjinak rasa
daripada gelisah menternak suara.
sahrunizam abdul talib
bera.pahang
30-november-2013
30 November 2013
Akhirnya engkau keluar dari gua
lontar suara dan pintar lakonmu
akhirnya pecah malam tadi di udara
hanyirnya menembak hidungku.
telah kubaca dari mula
riak wajahmu dan galak iramamu
tak pernah memaut rasaku.
setelah lama memilih dusta
engkau akhirnya keluar dari gua
menyarung bajumu sendiri.
sahrunizam abdul talib
bera, pahang
30 Nov 2013
akhirnya pecah malam tadi di udara
hanyirnya menembak hidungku.
telah kubaca dari mula
riak wajahmu dan galak iramamu
tak pernah memaut rasaku.
setelah lama memilih dusta
engkau akhirnya keluar dari gua
menyarung bajumu sendiri.
sahrunizam abdul talib
bera, pahang
30 Nov 2013
23 November 2013
menyerahkan hak
tajam duri tajam lagi dugaan
sesekali tubuhmu tembus tertusuk
darahnya mengalir menjadi semangat
di balik dinding batu
jasadmu pernah membeku
namun tidak sesekali hatimu.
di jalan-jalan namamu dijulang
meski namamu gagal dihantar ke dewan
itu bukanlah alasan untuk langkahmu
terhenti setengah jalan.
di tengah-tengah marhaen engkau diingati
di dalam darahmu tidak ada darah bangsawan
yang bakal melekakanmu dengan kedudukan.
petang yang manja ini namamu kembali di atas
menyerahkan hak kepada yang berhak .
sahrunizam abdul talib
bera, pahang.
23-november-2013
sesekali tubuhmu tembus tertusuk
darahnya mengalir menjadi semangat
di balik dinding batu
jasadmu pernah membeku
namun tidak sesekali hatimu.
di jalan-jalan namamu dijulang
meski namamu gagal dihantar ke dewan
itu bukanlah alasan untuk langkahmu
terhenti setengah jalan.
di tengah-tengah marhaen engkau diingati
di dalam darahmu tidak ada darah bangsawan
yang bakal melekakanmu dengan kedudukan.
petang yang manja ini namamu kembali di atas
menyerahkan hak kepada yang berhak .
sahrunizam abdul talib
bera, pahang.
23-november-2013
Langgan:
Catatan (Atom)